Sunday, August 22, 2010

Taushiyah MUI Menyambut Ramadhan 1431 H

Menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 1431 H/2010 M, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia bersama Pimpinan Ormas Islam Tingkat Pusat dengan senantiasa mengharap rahmat, taufiq dan ridha Allah SWT menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Majelis Ulama Indonesia menyambut baik akan dilaksanakannya sidang itsbat oleh Kementerian Agama RI bersama-sama dengan Pimpinan Ormas Islam Tingkat Pusat dan para ulama untuk menetapkan awal Ramadhan 1431H/2010 M. MUI berharap keputusan sidang itsbat tersebut dapat mengambil keputusan yang dapat mempersatukan perbedaan pendapat dalam menetapkan awal Ramadhan 1431 H/2010 M, sehingga terbangun semangat ukhuwah, persatuan dan kesatuan di kalangan umat.
  2. Menyerukan kepada Umat Islam agar memasuki bulan Ramadhan dengan penuh keimanan, ketaqwaan, senantiasa mengharap ridha Allah SWT dalam suasana hati yang khusyu’, tenang dan damai serta mengembangkan sikap toleransi (tasamuh) dalam menjalankan agama, tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan termasuk perbedaan paham keagamaan serta menghindarkan diri dari perbuatan yang sia-sia (tabdzir) dan pemborosan (israaf) yang mendatangkan kemudharatan bagi diri sendiri dan orang lain.
  3. Mengajak seluruh organisasi/lembaga Islam, khususnya lembaga pendidikan untuk mengisi dan memberi makna bulan Ramadhan dengan pengayaan nilai dan khazanah Ramadhan sebagai bulan penuh berkah (syahr al-mubarak), dan bulan puasa (syahr al-shiyam) dengan menyelenggarakan berbagai program keumatan untuk keluarga, remaja dan anak-anak seperti; tadarus Al-Quran, pesantren kilat Ramadhan, perkemahan Ramadhan, kursus keagamaan, dan lain sebagainya.
  4. Diharapkan kepada semua pihak agar senantiasa menjaga kekhidmatan selama bulan Ramadhan 1431 H/2010 M dengan tidak memancing hal—hal yang dikhawatirkan dapat menimbulkan gejolak dan reaksi negatif di masyarakat. Untuk itu, diharapkan kepada semua pihak baik masyarakat maupun aparat penegak hukum untuk bersama-sama mengendalikan diri dan arif dalam menangani berbagai persoalan di masyarakat.
  5. Kepada masyarakat luas diharapkan menghormati kemuliaan bulan Ramadhan dengan bersama-sama membangun kondisi yang kondusif bagi Umat Islam untuk dapat menunaikan ibadah secara tenang dan khusyuk serta menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan pengendalian diri. Sejalan dengan itu kepada pemerintah diminta untuk menutup dan membatasi semua tempat-tempat hiburan, menertibkan rumah makan (restoran), penayangan acara televisi yang menampilkan pornografi dan pornoaksi, mistik (khurafat/takhayul), ramalan-ramalan, kekerasan baik fisik maupun psikis dan lawakan/komedi yang berlebihan, berpakaian yang tidak sesuai dengan akhlakul karimah, serta mendukung pemanfaatan bulan Ramadhan bagi pembinaan dan pendidikan akhlak masyarakat khususnya generasi muda.
  6. Mengharapkan kepada aparat penegak hukum, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Lembaga Sensor Film (LSF) dan elemen masyarakat lainnya untuk terus menerus melakukan sosialisasi peraturan perundangan, serta melakukan pemantauan dan pengawasan pelaksanaannya di lapangan, sehingga dapat menciptakan rasa aman, nyaman dan kondusif di tengah masyarakat dengan tetap mengedepankan sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma dan aturan hukum. Kepada kelompok masyarakat agar menghindarkan diri dari berbagai bentuk tindak kekerasan dan main hakim sendiri. Sehingga suasana bulan Ramadhan dapat mendukung terciptanya masyarakat yang sadar hukum dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  7. Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah dan bulan amal, oleh karena itu dihimbau kepada para aghniya’, dermawan dan para pengusaha untuk meningkatkan amal saleh dengan membantu kaum dhuafa, fakir miskin, anak terlantar, dan yatim piatu dan kelompok masyarakat lain yang membutuhkan melalui penyaluran zakat, infak, shadaqah, dan amal sosial lainnya. Dalam rangka menggelorakan amal sosial ini MUI menghimbau pentingnya penegakan Good Coorporate Governance serta kepedulian badan usaha milik Negara maupun swasta, baik nasional mauipun asing dengan melaksakan CSR (Corporate Social Resposbility) agar membangun tata sosial kehidupan masyarakat sebagai refleksi nilai saling berkasih sayang antar sesama (ruhama-u bainahum) dan bertolong-tolong dalam kabjikan dan taqwa (at-ta’awun ’ala al-birri wa at-taqwa) dengan menggelorakan semangat kedermawanan sosial menuju tatanan masyarakat bangsa yang berkesejahteraan.
  8. Menyerukan kepada para produsen dan pengusaha untuk menyediakan, memproduksi dan menjual produk makanan, minuman, kosmetika dan obat-obatan yang halal dan baik. (halalan – thoyyiban). Untuk hal tersebut MUI menyerukan kepada Pimpinan Ormas Islam, tokoh umat Islam, da’i dan para ustadz untuk turut serta dalam mengajak dan menyadarkan umat Islam tentang pentingnya menggunakan dan mengonsumsi produk halal.

Demikianlah, pernyataan sikap ini dikeluarkan di Jakarta dalam suasana bulan suci Ramadhan 1431H/2010 M. yang penuh rahmat, maghfirah dan pembebasan dari siksa api neraka, sembari memohon hidayah dan ma’unah kepada Allah SWT, Tidak ada kedigdayaan suatu bangsa kecuali dengan ridha Allah Yang Maha Kuasa. Untuk itu diserukan kepada umat Islam untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT khususnya membaca doa qunut nazilah di masjid-masjid, mushalla-mushalla dan tempat-tempat lainnya selama bulan suci Ramadhan untuk kesejahteraan dan kemerdekaan bangsa Palestina, khususnya dalam menghadapi bulan Ramadhan. Semoga bangsa Palestina memperoleh jalan keluar (makhraj) dari segala macam kesulitan. Allahumma innaka ’afuwwun tuhibu al-’afwa wa’fu ’anna. Amin, ya rabbal’alamin.

Jakarta, 28 Sya’ban 1431H.
9 Agustus 2010M.

Dewan Pimpinan

Majedlis Ulama Indonesia.

Ketua, Sekretaris Jenderal,

Ttd Ttd

PROF. DR. H. UMAR SHIHAB DRS. H.M. ICHWAN SAM

sumber :http://www.mui.or.id

Saturday, May 8, 2010

Anjani-Pancor segera bersatu


Perpecahan yang terjadi di tubuh organisasi islam terbesar di NTB, Nahdatul Wathan (NW), tampaknya bakal segera berakhir. Dua keluarga besar NW, yakni NW Pancor dan NW Anjani Lombok Timur (Lotim), berencana menggelar islah. Bertajuk Silaturahmi Akbar dan Safatul Qubro, di lapangan umum Praya, Minggu (2/5).

Ketua panitia kegiatan, Himni Amin, saat memberi keterangan pers di Praya, Jumat (30/4) kemarin, menjelaskan, islah yang bakal digelar ini nantinya diharapkan bisa menjadi tonggak sejarah bersatunya kembali dua keluarga besar NW yang sempat terpecah. “Dengan bertemunya dua keluarga besar NW nantinya, diharapkan semua fitnah yang selama ini menyelimuti NW bisa hilang,” sebutnya.

Islah ini sendiri, jelasnya, memang sudah lama direncanakan. Bermula dari pertemuan antara pemuda NW Anjani dengan pemuda NW Pancor. Dimana satu poin besar yang diperoleh dari pertemuan itu, mengupayakan bersatunya kembali keluarga besar NW yang sudah lama terpecah. Dari sana, usaha pun dimulai.

“Alhamdullah, atas ridho Allah SWT, kedua belah pihak ternyata menyetujui rencana tersebut dan bersepakat untuk bertemu,” aku Himni, dengan perasaan penuh syukur. Bahkan pihaknya, mengaku kaget dan tidak menduga kalau kedua belah pihak mau bertemu. Terlebih lagi, semua pihak menyatakan sangat mendukung rencana itu.

Menurutnya, pihaknya tidak menduga akan hal itu, lantaran upaya serupa sebenarnya sudah sering dilakukan sebelum-sebelumnya. Bahkan usaha mempersatukan kedua keluarga besar NW ini, pernah dilakukan oleh tokoh-tokoh NW. Tapi mengapa ketika digagas oleh pemuda, kedua keluarga akhirnya mau bertemu. “Ini tidak lain semata-mata karena ridho Allah SWT,” ujarnya kembali.

Diambilnya Loteng sebagai lokasi untuk mempertemukan kedua keluarga NW ini, bukannya tanpa alasan. Loteng bagi NW sangat strategis dan memiliki kaitan sejarah tersendiri. Bagaimana tidak, pecahnya dua keluarga besar NW ini, dimulai dari Loteng. Sehingga ketika NW hendak kembali disatukan, maka akan harus dilakukan di Loteng.

“Inilah alasannya dan tidak ada sangkut pautnya dengan unsur lain. Apalagi dikaitkan dengan unsur politik,” tambahnya. Memang Loteng, saat ini tengah bersiap menghadapi pilkada. Yang salah satu calon Bupatinya, berasal dari anggota keluarga NW. Tapi kegiatan tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan politik. Kecuali memang dihajatkan sebagai ajang silaturahmi akbar dengan seluruh keluarga besar NW. Baik dari keluarga NW Pancor maupun NW Anjani.

Lagi pula, silaturahmi yang dilakukan bukan hanya dengan keluarga besar NW saja. Namun dengan seluruh elemen masyarakat yang bukan NW. Sehingga diharapkan melalui silaturahmi ini nantinya, bisa menjadi tongak awal kebangkitan NW di tingkat nasional. Karena diakui atau tidak, NW secara nasional sudah mendapat pengakuan luas. Di mana sekitar 70 persen dari wilayah Indonesia sudah ada cabang dari NW.

Didampingi Sekretaris kegiatan, Amrillah Masyur, Himni, mengungkapkan, dalam silaturahmi akbar ini nanti, dari pihak keluarga Umi Rauhun (NW Pancor) akan hadir, di antaranya H. Moh. Syamsul Lutfi, Hj. Siti Rohmi Jalillah. Termasuk Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA. Sedangkan dari keluarga Umi Raihanun (NW Anjani), di antaranya TGH. L. Gede Zainul Atsani, LC., TGH. L. Gede M. Ali Wire Sakti Ali Murni, MA., dan Lale Yakuntunnapis Berserta seluruh menantu keluarga besar kedua belah pihak.

“Kedua Umi (Raihanun ZAM dan Rauhun ZAM) juga direncanakan akan hadir,” ujarnya bangga. Ia menambahkan, tanggal 2 Mei sebagai hari pendidikan, diambil untuk menggambarkan semangat NW yang sangat konsisten memajukan pendidikan. Angka dua juga menggambarkan dua putri (alm) Maulana Syeih TGH. KH. Zainul Abdul Majid dan NW memiliki dua induk organisasi. Yakni di Anjani dan Pancor
sumber http://sasak.org/berita/agama/1784-alhamdulillah-nw-bersatu.html

NW Bersatu


Harapan besar agar dua keluarga besar Nahdatul Wathan (NW) kembali bersatu akhirnya benar-benar terwujud. Minggu (2/5) kemarin, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dua keluarga yang terpecah beberapa tahun yang lalu, menyatakan diri untuk islah dan bersatu kembali sebagai satu keluarga yang utuh dalam satu acara bertajuk Silaturahmi dan Safa’atul Qubra, yang dihelat di Lapangan Umum Praya.

Ribuan pasang mata warga NW dari Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng), menjadi saksi bersatunya kembali dua keluarga tersebut. Ditandai dengan pidato bersama, dua cucu pendiri NW (alm) Maulana Syekh Zainuddin Abdul Majid yakni HM. Syamsul Lutfi, M.Si., mewakili keluarga Umi Hj. Siti Rauhun dan TGH. L. Gede Ali Wiresakti Amir Murni, LC., mewakili keluarga Umi Hj. Siti Raihanun. Selain itu, hadir pula para pengurus besar dari NW Anjani serta NW Pancor.
Sayangnya, Umi Raihanun maupaun Umi Rauhun, urung hadir. Begitu pula dengan Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA., serta beberapa anggota keluarga dari kedua keluarga. ‘’Tapi itu tidak jadi masalah. Dengan kehadiran kami berdua saat ini, sudah cukup bukti kalau dua keluarga besar ini sudah bersatu kembali,” sebut HM. Syamsul Lutfi, dalam pidatonya. Ia berharap, dengan bersatunya kembali dua keluarga besar ini, bisa menjadi momentum bagi NW kedepan untuk bisa lebih maju lagi.

“Mari kita rajut kembali kebersamaan. Perkuat barisan untuk meraih kemenangan. Di Loteng NW pecah dan Loteng pula NW dipersatukan kembali,’’ ujar Wakil Bupati Lotim ini. Dengan adanya islah ini, menepis anggapan orang selama ini bahwa NW tidak akan bisa kembali bersatu. Karena tidak mungkin saudara satu membuang saudaranya yang lain.

Pada kesempatan yang sama, TGH. L. Gede Sakti, mengungkapkan, rasa syukurnya atas bersatunya kembali dua keluargannya. “Mari terus pertahankan persatuan dan kesatuan. Tidak ingin bicara saja. Tapi bagaimana kemudian itu dibuktikan dengan kerja. Kalau keluarga kami sudah bersatu. Jamaah juga harus ikut bersatu,” ajaknya. Hanya dengan cara itu, cita-cita NW untuk mengangkat derajat masyarakat NTB dan Indonesia pada umumnya, akan bisa terwujud.

Sementara itu,Ketua Panitia, Himni Amin, mengatakan, kegiatan yang digagas oleh Gerakan Muda (Gema) NW ini, murni untuk mempersatukan dua keluarga besar NW. tidak ada unsur-unsur apapun selain itu. kegiatan ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Tapi baru kali ini bisa dilaksanakan. “Kita ini mengembalikan kondusivitas di keluarga besar NW yang sudah lama pecah. Dan mulai hari ini kita mulai merajut kembali hubungan kekeluargaan yang sudah lama dipecah,” tandasnya pada acara yang juga dihadiri sejumlah pengurus Partai Bintang Reformasi (PBR) dan PBB itu.
sumber http://www.suarantb.com/2010/05/03/wilayah/Mataram/detil1.html

Sunday, February 14, 2010

Tips Internet Cerdas - Bijak Dalam Berinternet

Kali ini saya ingin menulis tentang Tips Internet Cerdas - Bijak Dalam Berinternet. Internet cerdas, adalah pemakaian internet dengan segala kebijaksanaan yang dimiliki oleh orang yang bermain internet. Tentu saja kebijaksanaan setiap oarang berbeda - beda, disini saya ingin mencoba menulis tentang bagaimana berinternet dengan cerdas dan bijak dalam internet.

Saya yakin, bahwa setiap hari banyak orang yang baru mengenal internet, baru mengenal dunia tanpa jarak. Untuk ini kita sebagai orang yang sudah lama berada di dunia internet sudah selayaknya memberikan masukan masukan kepada mereka, bukan begitu ? Di internet kita bisa melakukan apa saja, dan kita bisa menjadi apa saja yang kita inginkan, mau jadi penjahat cyber ? Bisa. Mau jadi maniak seks ? Bisa. Mau jadi guru ? bisa. Mau jadi tukang kritik ? Bisa. Oleh karena itu, semua diserahkan kepada pribadi masing-masing.



Boomingnya bisnis warnet, warung internet, telah mencapai hampir ke pelosok pelosoksudut kota negara ini, Alangkah meruginya jika dengan kemudahan fasilitas internet yang ada kita tidak bisa menggunakannya untuk kearah yang lebih baik. Apa yang bisa kita lakukan dengan internet ini ? Dengan internet ini, kita bisa mendapatkan informasi secara mudah. Ini bisa kita gunakan dan manfaatkan dalam meningkatkan bisnis yang kita punyai, memperluas target pasar yang kita miliki. Seorang petani dapat menggunakan internet untuk mencari tentang bagaimana cara menanam yang baik, Peternak, juga bisa mencari ilmu tentang bagaimana cara berternak yang baik, dan mereka p un bisa menggunakan internet untuk mencari pasar buat hasil produksi mereka, tidak ada batas jarak. Para erajin konveksi, bisa juga menggunakan internet untuk mencari model model baju, juga bisa di gunakan untuk memasarkan dan memperkenalkan produk mereka. Sungguh sayang sekali jika internet yang sekarang ini dapat kita akses dengan mudah dan murah tidak memberikan kemajuan yang berarti bagi kita, apa lagi kalo malah tambah merusak diri kita secara khusus dan merusak moral negara kitaini ?

Jadi inilah peran para blogger untuk menunjukkan bagaimana berinternet secara cerdas, dan bijak dalam internet. Bagaimana teman - teman semua ? marilah kita ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sudah saatnya bangsa kita ini bangkit dan menjadi besar, tentu saja dengan peran serta semua element, termasuk Anda tentu saja. Bagaimana, apakah Anda bersedia ??

posting from http://blogpenghasiluang.blogspot.com/2010/02/tips-internet-cerdas-bijak-dalam.html