
Anjani, DA;
Hari ulang tahun atau yang lebih populer dengan Hultah NWDI akan segera dihelat di Anjani Lombok Timur. Perhelatan akbar Hultah NWDI ini adalah sebuah tradisi yang ditinggalkan pendiri organisasi terbesar di NTB Al-Magfurulah Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid ini sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah SWT atas keberadaan oraganisasai NW hinga memasuki usia ke 74.
Untuk mempersiapkan berbagai kegiatan keagamaan sebagai pembukaan sebelum digelar hajatan akbar ini PBNW telah membetuk kepanitiaan Hultah NWDI ke 74. Pada perayaan Hultah kali ini pengurus daerah NW Lombok Timur kembali dipercaya sebagai panitia inti. TGH Zainul Mukhlis yang juga ketua pengurus daerah NW Lotim diangkat sebagai ketua umum panitia Hultah NWDI ke 74 dengan sekretaris umum M Marjan Nur, SH., MH.
Dalam perayaan hultah NWDI 74 ini, kembali akan dihadiri para ulama yang menagajar di Madrasah Assaulatiyyah Makkah Almukarramah, salah satunya adalah Mudir (direktur red) Madrasah Assaulatiyyah Syaikh Madjid Said Salim Rahmatullah, dan beberapa masyaikh Saulatiyyah. Bahkan Syaikh Sayyid Ayyub Abkar Asad Al-Ahdal, seorang ahli hadits akan mengajar di Masjid Jami’ Ma’had DQH NW Anjani selama satu bulan untuk mengijazahkan hadits Qutubussittah.
“Ini adalah suatu hal yang sangat kita syukuri karena NW di bawah pimpinan PBNW Ummi Hj. Sitti Raihanun ZAM, tetap memiliki kontak dengan para ulama’ almamater pendiri NW dari Makkah,“ujar ketua panitia TGH Zainul Muklis saat rapat perdana panitia beberapa waktu lalu di Wisma Dewi Anjani.
Lebih jauh H Zainul Mukhlis yang juga Ketua Komisi B DPRD Lotim ini mengungkapkan bahwa panitia sebelum menggelar acara puncak akan mengadakan berbagai macam perlombaan dan pertandingan yang nuasa islami selama 15 hari yang dipusatkan di medan hultah.“ Perlombaan antara lain Syarhil Qur’an, festival qasidah tradisionl, karaoke islami semua tingkatan, disamping itu digelar juga pertandingan olahraga seperti sepak takraw, bulu tangkis tingkat umum, lintas alam. Sementara untuk kegiatan sosial akan dilakasanakan khitanan massal, cukuran, donor darah, pengobatan massal dan banyak lagi kegiatan lainnya yang meramaikan perayan hultah tahun ini,” katanya.
Sementara untuk hari puncak perayaan hultah ke - 74 NWDI akan dilaksanakan pada awal Agustus 2009, dan akan dihadiri oleh sdeluruh jamaah NW dari belahan nusantara untuk mendengarkan tausiyah dari para ulama dari tanah sucu Makkah. “ Insya Allah kalau tidak ada perubahan perayaan mukaddimah Hultah ke 74 tanggal 21 Juni 2009 dan perayaan puncak Hultah ke 74 NWDI direncanakan tanggal 11Sya’ban 1430/ 2 Agustus 2009,“ tandasnya.
Untuk medan Hultah ketua panitia menyiapkan lahan sekitar 4 Ha lokasi yang akan digunakan untuk menghelat perayaan keagamaan terbesar di daerah yang dikenal dengan pulau seribu masjid ini. (DA-1)
Tuesday, June 9, 2009
Tradisi Hultah NWDI Kedatangan Ulama dari Makkah Terus Terjaga
Diposkan oleh Irfan di 8:29 AM 0 komentar Link ke posting ini
Monday, June 1, 2009
Acara Muqaddimah Ulang Tahun Ke-3 Ponpes Putra Rinjani NW

Ulang Tahun merupakan implementasi dari rasa syukur kepada Allah Swt. Atas rahmat yang dicurahkannya kepada hambanya, atau terhadap sesuatu yang diusahakan oleh seorang hamba untuk kepentingan ummatnya. Hal ini merupakan salah satu tradisi yang sudah sering diselenggarakan oleh suatu lembaga atau perguruan tertentu. Disamping itu sebagai kilas balik atas sejarah perjuangan dan perkembangannya. Selain itu juga sebagai ajang menjalin Shilaturrahmi yang lebih erat antara sesama muslim, melalui acara- acara dan kegiatan yang berdampak positif atas perkembangan agama dan bangsa. Dalam menyambut acara ini diselenggarakan berbagai macam kegiatan muqaddimah, sehingga memberikan kesempatan kepada masyarakat dan para santri/ siswa
untuk lebih dekat dengan nuansa islami, seperti diadakannya lomba-lomba yang bernafaskan islami, dan berbagai macam pertandingan olah raga, yang bermanfaat bagi anak bangsa.
Dari itu maka Pondok pesantren Putra Rinjani yang baru berumur tiga tahun ini, ingin menyelenggarakan hajat mulia tersebut, dengan peran serta aktif dari masyarakat setempat, tentunya dengan sumbangan moril dan materil sesuai dengan batas kemampuan masing-masing.
Sebagai acara muqaddimah, panitia mengadakan beberapa perlombaan dan pertandingan dalam rangka menjalin shilaturrahmi, meningkatkan prestasi, melestarikan budaya islami, meningkatkan keterampilan masyarakat dan anak bangsa dalam bingkai ukhuwah islamiyah. acara tersebut akan diadakan dari tanggal 14 - 23 Juni 2009.
Perlombaan
1. Karaoke Islami Tingkat Anak dan Remaja putra putri
2. Cepat Tepat Tingkat SD / MI dan SMP / MTS
3. Adzan Tingkat Anak
4. Tahfidz Asmaul Husna Tingkat Anak
5. Tahfidz Ayat-Ayat Pendek Tingkat Anak
6. Pidato Tingkat Remaja dengan tema " pentingnya pendidikan agama diera modern"
Pertandingan :
1. Tarik Tambang tingkat Anak-anak
2. Pukul Periuk Tingkat Anak
3. Lari Karung Tingkat Anak
4. Sendok Kelereng Tingkat Anak
5. Gigit Uang Tingkat Anak
Dalam acara ini panitia menganggarkan dana sebesar Rp. 10.000.000 ( sepuluh juta rupiah ).
untuk mengetahui kegiatan yang berlangsung pembaca dapat mengikuti perkebangan acara tersebut pada informasi selanjutnya di website ini.
Diposkan oleh Irfan di 6:53 PM 0 komentar Link ke posting ini
Wednesday, May 27, 2009
Biografi Pendiri Nahdlatul Wathan bag.2

Pendidikannya
TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, sebelum melanjutkan studinya ke tanah suci Makkah, beliau menamatkan pelajarannya di Sekolah Rakyat 4 tahun di Selong Lombok Timur pada tahun 1919 M, dan belajar agama Islam pada ayahandanya TGH Abdul Majid, TGH Syarafuddin Pancor dan TGH Abdullah bin Amaq Dulaji Kelayu Lomok Timur. Setelah berusia 17 tahun, yaitu pada tahun 1341 H/1923 M, berangkatlah beliau ke tanah suci Makkah Al Mukarramah utnuk melanjutkan studi, memperdalam berbagai macam disiplin pengetahuan Islam. Beliau berangkat bersama keluarga beliau, dan belajar di tanah suci selama 12 tahun.
Di kota suci Makkah Al Mukarramah, mula-mula beliau belajar di Masjidil Haram. Ayahandanya sangat selektif dalam mencari dan menentukan guru yang akan mengajar dan mendidik putra kesayangannya itu. Ayahandanya yakin bahwa guru adalah sumber ilmu dan kebenaran serta menjadi panutan bagi murid dalam pola berpikir dan berperilaku dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga ilmu dan didikan yang diperoleh murid berguna dan bermanfaat bagi kehidupan baik di dunia maupun diakhirat.
Di Masjidil Haram beliau belajar sangat tekun pada ulama’-ulama’ terkenal zaman itu.
Kemudian pada tahun 1928 beliau melanjutkan studinya di Madrasah Ash-Shaulatiyah yang pada saat itu di pimpin oleh Syaikh Salim Rahmatullah putra syaikh Rahmatullah,pendiri madrasah ini adalah Ash-Shaulatiyah. Madrasah ini adalah madrasah pertama di tanah suci, dan telah banyak menghasilkan ulama’- ulama’besar.Di Madrasah Ash-Shaulatiyah inilah, beliau belajar berbagai disiplin ilmu pengetahuan Islam dengan sangat rajin dan tekun di tekun di bawah bimbingan ulama’-ulama’ terkemuka kota suci Makkah waktu itu.
Syaikh Zakaria Abdullah Bila, seorang ulama’ besar kota suci Makkah, bekas teman beliau mengtakan ;’’ Saya teman seangkatan Syaikh Zainudin. Saya bergaul dekat dengannya beberapa tahun.Saya sangt kagum kepadanya. Dia sangat cerdas, ahlaknya mulia. Dia sangat tekun belajar,sampai-sampai jam keluar main pun diisinya dengan menekuni kitab pelajaran dan berdisusi dengan kawan-kawannya’’.
Karena ditunjang oleh kondisi ekonomi yang memadai, tingkat kecerdasan (IQ) yang sangat tinggi, ketekunan dalam belajar, garis silsilah keturunan yang terpandang, kasih sayang serta keihlasan kedua orang tua dan do’a restu dari pak gurunya, maka beliau memperoleh prestasi yang sangat mengagumkan,sehingga berhasil dengan gemilang menyelesaikan studinya di Madrasah Ash-Syaulatiyah pada tahun 1352 H, dengan predikat sangat memuaskan. Kenyataanini tertera dalam ijazah beliau yang sangat khusus ditulis tangan, berbeda dengan Ijazah yang diberikan kepada kawan-kawan beliau. Nilai beliau sangt memuaskan, dengan angka semua 10 (sepuluh) pada semua mata pelajaran yang beliau tempuh, disamping diberikan tanda bintang, sebagai penghargaan atas prestasi dan keberhasilannya yang mengagumkan itu.
Kebersihan beliau meraih prestasi yang tinggi ini pulalah yang menyebabkan beliau mendapat banyak pujian, baik dari maha gurunya sendiri maupun kawan-kawan yang seangkatan dengan beliau dan ulama’-ulama’ terkemuka lainnya.
Pujian itu, antara lain di sampaikan oleh salah seorang mahagurunya, Al “allamah Al Adib Asy-Syaikh As-Sayyid Muhammad Amin Al Kutbi, mahaguru yang memberikan kasih sayang cukup besar kepada muridnya yang genius ini. Pujian tersebut diungkapkan dengan syair berbahasa arab yang maksudnya :
"Demi Allah, saya kagum pada Zainuddin
kagum pada kelebihannya atas orang lain
pada kebesarannya yang tinggi
dan kecerdasannya yang tiada tertandingi
Jasanya semerbak di mana-mana
menunjukkan satu-satunya permata
yang tersimpan pada moyangnya
Buah tangannya indah lagi menawan
penaka bunga-bungaan
yang tumbuh teratur di lereng pegunungan"
Demikian pula pujian yang disampaikan oleh mahagurunya yang lain, yaitu Al “Allamah Asy-Syaikh Salim Rahmatullah, mudir (direktur) Madrasah Ash-Shaulatiyah dengan ucapannya : “Madrasah Ash-Shaulatiyah tidak perlu memiliki murid banyak, cukup satu orang saja, asalkan memiliki prestasi dan kualitas seperti Zainuddin.
Sedangkan pujian dari kawan sekelasnya diberikan oleh Syaikh Zakaria Abdullah Bila. Beliau mengatakan : “Syaikh Zainuddin adalah saudaraku, karibku, kawan sekelasku. Saya belum pernah mampu mengunggulinya dan saya tidak pernah menang dalam berprestasi, di kala saya dan dia bersama-sama dalam satu kelas di Madrasah Ash-Shaulatiyah Makkah. Saya sungguh menyadari akan hal ini. Syaikh Zainuddin adalah ulama’ dan mujahid (pejuang) agama, nusa dan bangsanya. Saya tahu, telah berapa banyak otak manusia yang diukirnya, telah berapa banyak kader penerus agama, nusa bangsa yang di hasilkannya. Saya tahu, dia adalah mukhlis (orang ikhlas ) dalam berjuang menegakkan iman dan taqwa di negerinya, rela berkorban, cita-citanya luhur. Dia memiliki kelebihan di kalangan teman-teman segenerasinya. Kelebihan yang di miliki selain yang saya sebutkan tadi, yaitu dia selalu mendapat doa restu dari guru-guru kami, ulama’-ulama’ besar di tanah suci Makkah Al Mukarramah utamanya Maulanasy Syaikh Hasan Muhammad Al Masysyath”.
Pujian Syaikh Zakaria Abdullah Bila seperti di atas, dikuatkan lagi oleh maha gurunya yang paling di cintai dan paling banyak memberikan doa dan inspirasi dalam perjuangannya, yaitu maulanasy Syaikh Hasan Muhammad Al Masysyiath, dengan ucapan beliau : “saya tidak akan berdoa ke hadlirat Allah s.w.t. kecuali kalau Zainuddin itu, sudah nampak jelas di depanku dan bersamaku”. Beliau juga menagtakan bahwa beliau mencintai setiap orang yang cinta kepada Syaikh Zainuddin dan tidak mencintai orang yang tidak cinta kepada beliau.
Syaikh Isma’il Zain Al Yamani, seorang ulama’ besar kota suci Makkah Almukarramah, sangat kagum kepada Syaikh Zainuddin, kagum kepada ketinggian ilmu dan keberhasilan perjuangan beliau. Dengan penuh keikhlasan ulama’ besar kota suci itu mengatakan bahwa beliau mencintai siapa saja yang cinta kepada Syaikh Zainuddin dan membenci siapa saja yang benci kepada beliau.
Fadlilatul “Allamah Prof. Dr. Sayyid Muhammad “Alawi “Abbas Al Maliki Al Makki, seorang ulama’ terkemuka kota suci Makkah pernah mengatakan bahwa tak seorang pun ahli ilmu di tanah Suci Makkah Al Mukkarramah baik thullab maupun ulama’ yang tidak kenal kehebatan dan ketinggian ilmu Syaikh Zainuddin. Syaikh Zainuddin adalah ulama’ besar bukan hanya milik ummat Islam Indonesia tetapi juga milik ummat Islam sedunia.
Demikianlah pujian yang diberikan secara ikhlas dan jujur baik oleh kawan seperguruan beliau maupun mahaguru dan ulama’-ulama’ lainnya Wlillahil hamdu.
bersambung.......
Diposkan oleh Irfan di 4:06 PM 0 komentar Link ke posting ini
Biografi Pendiri Nahdlatul Wathan

Kelahiran, Keluarga dan Silsilah Keturunannya
Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin – Abdul majid dilahirkan di Kampung Bermi Pancor Lombok Timur pada tanggal 17 Rabi’ul Awal 1324 H (1906 M). Nama kecil beliau Muhammad Syaggaf dan berganti nama menjadi Haji Muhammad Zainuddin setelah menunaikan ibadah haji. Yang mengganti adalah ayah beliau sendiri, yaitu Tuan Guru Haji Abdul Majid. Nama itu diambil dari nama seorang ulama’ besar, guru di Masjidil Haram, yang akhlaq dan kepribadiannya sangat menarik hati sang ayah, yaitu Syaikh Muhammad Zainuddin Serawak.
Beliau adalah anak bungsu yang lahir dari perkawinan Tuan Guru Haji Abdul Majid dengan Hajjah Halimatus Sa’diyah. Beliau bersaudara kandung lima orang, yaitu : Siti Syarbini, Siti Cilah, Hajjah Saudah, Haji Muhammad Shabur dan Hajjah Masyithah.
Ayahandanya yang terkenal dengan panggilan “Guru Mu’minah” itu adalah seorang muballig dan terkenal pemberani, pernah memipin pertempuran melawan kaum penjajah; sedangkan ibunya terkenal sangat shaleh.
Sejak kecil beliau terkenal sangat jujur dan cerdas. Karena itu, tidak mengherankan kalau ayah – bundanya memberikn perhatian khusus dan meumpahkan kecintaan serta kasih sayag demikian besar kepada beliau. Ketika beliau melawat ke tanah suci Makkah Al Mukarramah untuk melanjutkan studi, ayah-bundanya ikut mengantar ke tanah suci. Ayah handanyalah yang mencarikan beliu guru,tempat beliu pertama kali belajar di Masjidil Haram, Bahkan ibundanya, Hajjah Halimatus Sa’diyah ikut mukim di tanah suci mengasuh dan mendampingi beliau sampai ibundanya yang tercinta itu berpulang ke rahmatullah tiga setengah tahun kemudian dimakamkan di Mu’ala Makah.
Tentang silsilah keturunan beliau yang lengkap tidk dapat di kemukakan secara utuh,karena dokumen dan catatan silsilah keturunan beliau ikut terbakar ketika rumah rumah orang tua beliau menglami kebakaran. Namun yang jelas bahwa silsilah keturunan beliau adalah dari garis yang terpandang, yaitu dari keturunan Selaparang adalah nama kerajaan Islam Yang pernah berkuasa di pulau lombok.
Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainudin Abdul Majid di dalam perkawinannya sulit sekali memperoleh keturunan, sehingga beliau pernah dianggap mandul, padahal beliau sendiri sangat menginginkan keturunan yang akan melanjutkan perjuangan beliau untuk mengembangkan dan menegakkan ajaran-ajaran Ahlusunnah wal Jama’ah melalui organisasi Nahdlatul Wathan yang beliau dirikan. Beliau hanya dianugrahi dua orang anak dan keduanya putri, yaitu :
1. Hajjah Siti Rauhun dari Ummi Jauhariyah
2. Hajjah Siti Raihanun dari Ummi Rahman.
Karena hanya mempunyai dua anak itulah, beliau juga dipanggil dengan nama “Abu Rauhun wa Raihanun”.
bersambung....
Diposkan oleh Irfan di 12:24 AM 0 komentar Link ke posting ini
Thursday, May 21, 2009
Latar Belakang Pondok Pesantren

Pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis dalam pengembangan kwalitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini dapat dilihat dari makna pendidikan itu sendiri, yakni usaha sadar untuk menciptakan suasana belajar melalui bimbingan, pengajaran dan aturan latihan yang kontinue agar peserta didik dapat mengaktualisasikan potensi dirinya, mampu menguasai iptek, serta mengembangkan akhlaq dan budi pekerti yang baik. Kwalitas sumber daya manusia pada akhirnya akan menentukan kemajuan dan peradaban bangsa, keterpandangan dan kekuatannya dalam peraturan regional maupun internasional.
Contoh riil adalah Singapura, Jepang dan Korea. Negara-negara ini sangat terbatas sumber daya alamnya, tetapi karena pendidikannya benar-benar dijadikan kekuatan Human Interstment dan social capital, sehingga mampu menjadi Negara dan bangsa yang maju dan memiliki daya saing tinggi dalam percaturan global.
Bagaimana realita pendidikan kita (Indonesia pada umumnya dan Lombok Timur pada khususunya)? Secara jujur dan lugas harus diakui bahwa kinerja pendidikan kita ibarat “Jalan di tempat” bahkan makin terpuruk pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, mulai dari Pendidikan Dasar/MI, Pendidikan Lanjutan/Madrasah Tsanawiyah, Pendidikan Menengah/MA, hingga Pergururan Tinggi. Bukti rendahnya kwalitas pendidikan nasional dapat kita ketahui dari semakin berkurangnya persentase (%) kelulusan sisiwa pada tahun ajaran 2004-2005 lalu. Fenomena ini menggambarkan bahwa harapan pendidikan nasional agar mampu menghasilkan SDM yang berkwalitas (karakter SDM bermoral, beriman, bertaqwa, beradab, berdaya, dan berpartisipasi) terindikasi sia-sia.
Begitu banyak usaha-usaha yang dilakukan untuk memperbaiki kwalitas dan mutu pendidikan, misalnya saja dari perbaikan kurikulum, dan bahan ajar, penataran guru dan kepala sekolah, pengadaan buku dan peralatan sekolah, pengadaan prasarana dan peningkatan mutu manajemen sekolah. Namun usaha-usaha tersebut sampai sekarang belum mampu menunjukkkan hasilnya secara nyata, khususnya didaerah Lombok Timur tercinta ini. Predikat sebagai daerah yang memiliki kwalitas sumber daya manusia (khususnya dalam dunia pendidikan) ke-2 terendah diseluruh kota Propinsi di Indonesia merupakan kajian dan bahan renungan kita bersama dalam upaya peningkatan SDM ke masa-masa yang akan datang.
Dalam skala lokal, Lombok Timur khususnya didaerah utara, masih sangat banyak anak-anak yang kurang memperhatikan dunia pendidikan dikarenakan beberapa faktor, diantaranya masih jarang sarana pendidikan, dan kalaupun ada siswa harus menempuh jarak yang jauh untuk bisa ke sekolah. Pada sisi lain kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya kurang dikarenakan kurangnya pendidikan dan biaya. Misalnya saja di wilayah Dasan Baru Desa Suntalangu Kecamatan Suela lebih banyak berkonsentrasi pada bidang pertanian, menganggur dan atau menjadi TKI ke luar negri, yang pada akhirnya mereka hanya mencari kebutuhan makan dan minum saja tanpa menghiraukan nasib generasi yang akan datang.
Mencermati hal itu dan dalam upaya menuntaskan wajib belajar 9 tahun, tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat Dasan Baru memandangan perlu untuk mendirikan jenjang pendidikan yang sekiranya bisa menampung dan mewadahi minat serta potensi siswa dalam proses belajar yaitu dengan mendirikan Ponpes Putra Rinjani di Dasan Baru.
Untuk itu Pengurus Pondok Pesantren Putra Rinjani NW Dasan Baru mendirikan beberapa lembaga dilingkungan Ponpes Putra Rinjani, dan sejak tahun ajaran 2006 sampai dengan 2009 ini telah menyiapkan 8 Lokal Belajar.
Terlebih lagi dengan diberlakukannya UU Nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, akan lebih memberi peluang bagi setiap Pemerintah Daerah (Pemda) untuk meningkatkan mutu pendidikannya dengan tetap mendukung setiap usaha yang dilakukan oleh masyarakat yang peduli terhadap kwalitas dan mutu pendidikan umat, baik dengan menyelenggarakan training home school ataupun dengan mendirikan jenjang pendidikan formal. Yang kemudian pada akhirnya dengan meminjam istilah salah seorang pemikir islam yang mengatakan bahwa: “Untuk menaklukkan sebuah sistem cukup dengan al-fikru dan ad-dzikru. Al-fikru yang melambangkan sebuah madrasah dan ad-dzikru melambangkan tempat ibadah atau Masjid. Sehingga kalau Sekolah/Madrasah dan tempat ibadah/Masjid sudah dibangun, maka akan terciptalah sebuah karakter SDM yang beriman, bertaqwa, bermoral, beradab, berdaya, dan berpartisipasi.
C. Dasar-dasar Pendirian
1. Hittah Perjuangan Organisasi Nahdlatul Wathan (Pendidikan, Sosial dan Dakwah)
2. UU no. 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah
3. PP. No. 39 Tahun 1991 tentang peran serta masyarakat dalam pendidikan
4. Hasil rapat pengurus atau panitia bersama toga dan toma Dasan Baru Desa Suntalangu
D. Visi.
Terwujudnya insan muslim yang beriman, bertaqwa, terampil serta berakhlak yang mulia.
E. Misi
1.Melaksanakan, membina, mengembangkan dan menerapkan ajaran Islam yang berwawasan luas, toleran dan penuh persaudaraan dalam semangat Ukhwah Islamiyah, Ukhwah Wathaniyah Dan Ukhwah Basyariyah.
2.Membina dan mengelola pendidikan sebagai wahana pembentukan watak dan kepribadian yang baik dengan menerapkan sistem terpadu antara salafi dan modern yang terencana, terarah, terpadu profesional, efektif dan efesien.
Diposkan oleh Irfan di 9:27 PM 0 komentar Link ke posting ini


