Ulama Dari Penjuru Dunia Rindukan Kunjungi Anjani

Published › June 21, 2014 0 Comments

Suralaga, DA; Desa Anjani kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur NTB sebelum hadirnya organisasi NW bersama Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW, mungkin hanya sebagian kecil saja orang mendengar nama desa itu, bahkan ada yang tidak tahu di mana letak desa Anjani.DSC_8578
Akan tetapi kini desa Anjani berubah 180 derajat, mulai dari pola kehidupan alat pesantren, ramai dan religius dan yang paling menakjubkan para ulama dari pusat lahirnya Islam berdatangan seolah ingin terus tinggal di desa Anjani.
Mulai dari ulama Makkah, Madinah, Yaman, Pakistan, Palestina, Lebanon, Sudan, India, Aljazair, dan dari negara Islam lainnya. Bahkan sekelas Mudir (Direktur) madrasah tertua yang melahirkan tokoh-tokoh ulama dunia, Madrasah Assaulatiyyah Makkah yaitu Syaikh Madjid Said bin Salim Rahmatullah hampir setiap hultah NWDI dan setiap kali berkunjung ke Indonesia mewajibkan dirinya mengunjungi Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW  yang ada di Anjani.
Ada satu lagi seorang ulama hadits yang berasal dari Yaman kemudian menetap di Makkah, salah seorang masyaikh Madrasah Assaulaitiyyah, Syaikh Sayyid Ayyub Abkar, siap mengajar di Mahad Darul Qur’an Wal Hadits NW Anjani selama satu bulan setiap tahunnya sampai menamatkan kitab hadits Kutubusittah (kitab hadits shahih yang enam) yaitu, Shahih Bukhori, Muslim, Ibnu Majah, Annasa’i, Turmuzi, dan Sunan Abu Daud.
Demikian juga Syaikh Abdul Hafiz, Ahli tasawuf dan tareqat dari Makkah selalu merindukan datang ke Anjani menemui para murid Maulana Syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid, yang Hultah tahun ini juga akan menhadirinya.
Bahkan pada Hultah ke 79 ini, sedikitnya belasan ulama yang memastikan diri hadir menemui para jamaah NW. Diantara, Ulama’ yang hadir pada hultah ini  yaitu Syaikh Madjid Said bin Salim Rahmatullah, Syaikh Adnan Altof, bersama saudara-saudaranya yang juga ulama’ Syaikh Abdul Hafiz bersama saudaranya, Syaikh Abdul Wahid, Syaikh Mustafa, Syaikh Ahmad Yar, Syaikh Nurul Islam, Syaikh Abdul Karim, Syaikh Muhammad Ayyub.
“Sebenarnya ada 20 ulama yang akan hadir, namun ada yang tidak mendapatkan visa sehingga tidak bisa menghadiri hultah tahun ini,” kata TGH Zaini Abdul Hanan.
Para ulama itu, kata TGH Zaini sangat senang kalau datang ke pondok pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani, dan seolah ada hikmah yang tersirat di didalamnya. Itulah mengapa para ulama dari berbagai negara berbondong-bondong mendatangi Anjani.
“Salah satu faktornya juga adalah karena ada ikatan yang sangat mendalam antara Madrasah assaulatiyyah dengan pendiri NW Maulana Syaikh, di samping karena dilihat di pondok pesantren ini berkumpul para alumni Assaulatiyyah. Demikian juga berziarah dan menyambung silaturrahmi dengan Umi sebagai keturunan Maulana Syaikh,”ujarnya. (da-1)

Your Comment

 

Berita Terbaru

Links Terkait